Selasa, 21 Februari 2012

Mengembangkan Industri Inovatif

(Tulisan ini di muat di Suara Mahasiswa Seputar Indonesia edisi Sabtu, 14 Januari 2012)

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia boleh merasa bangga dengan hadirnya mobil kiat Esemka yang merupakan hasil kreatifitas anak bangsa, bagaimana tidak mobil inipun telah mendapatkan kepercayaan dari walikota solo Joko Widodo untuk dijadikan mobil dinas sang walikota, tentunya merupakan sebuah penilaian bahwa mobil ini layak pakai dan aman untuk digunakan di jalan raya, selain itu Joko Widodo sebagai seorang pengusaha tentunya tidak diragukan dalam pengetahuannya terkait mobil-mobil berkualitas. 

Kualitas mobil ini kembali dipertegas dengan banyaknya anggota Dewan yang ikut memesan mobil hasil karya anak bangsa tersebut. Hingga tulisan ini dibuat pengunjung resmi website kiat smk www.mobilsmk.com sudah mencapai 15.470 orang, hal ini menandakan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap industri mobil nasional sangat besar dan memunculkan harapan baru bagi kemajuan industri dalam negeri. Dengan demikian mobil hasil rakitan siswa SMK di solo ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Menurut data dari BPPT Mobil Kiat Esemka yang sekarang ini sedang menjadi isu mengemuka dalam dunia otomotif nasional, bukanlah mobil pertama buatan anak bangsa, sebelumnya sudah ada mobil tawon, GEA dan sebagainya. 

Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan baru di benak saya, akankah mobil Kiat Esemka tersebut dapat diproduksi menjadi mobil nasional dan menjadi produk kebanggaan bangsa…? Atau hanya euphoria sesaat dan tidak dapat bersaing baik secara kualitas maupun harga dengan mobil-mobil buatan luar negeri. Menghadapi hal demikian tentunya harus ada kreasi-kreasi inovatif baik dari pemerintah ataupun pengusaha mobil ini dalam memajukan industri mobil dalam negeri, perlu adanya sinergi antara human creativities dan kemajuan teknologi, karena walau bagaimanapun kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan sebuah industri. 

Mobil kiat esemka ini harus juga memperhatikan performa kapasitas engine, body kendaraaan serta interior dan eksterior mobil supaya tidak kalah bersaing dengan mobil-mobil dari luar, Kehematan bahan bakar dalam laju jarak tempuh serta harga harus yang lebih ekonomis juga menjadi pertimbangan. Industri inovatif dengan rumus ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) seperti yang dilakukan oleh kiat Esemka tentunya harus menjadi pemantik bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk memajukan industri-industri dalam bidang lainnya, kita tahu bangsa Indonesia saat ini menjadi bangsa yang sangat konsumtif dalam hal pemakaian kendaraan dan teknologi terutama motor, internet dan handphone. 

Maka akan lebih baik jika bangsa ini juga dapat menguasai industri dalam negeri dan menjadi raja di negeri sendiri, untuk itu Marilah kita bersama-sama merubah paradigma konsumtif bangsa ini menjadi bangsa yang lebih produktif yang tentunya akan terwujud dengan adanya semangat dan inovasi-inovasi baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar