Sabtu, 09 Juli 2011

Student Goverment, Sistem Paling Ideal


12 tahun sudah student government ( SG ) menghidupi hiruk pikuk kemahasiswaan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan system ini UIN Jakarta seringkali disebut sebut sebagai miniature politik Indonesia. Ibarat sebuah negara, SG mengalami kompleksitas dinamika dan permasalahan. SG mengidealkan pemerintahan dari, oleh dan untuk mahasiswa. Mahasiswa diakui kedaulatannya untuk menentukan nasibnya sendiri, bukan diatur oleh pihak rektorat, dekanat atau dosen-dosen meskipun sangat meniscyakan kerja sama dengan birokrasi kampus.

agaknya perlu diambil kesepakatan bersama seperti apakah format negara mahasiswa itu. ada beberapa variasi yang bisa disampaikan mengenai hal ini. pertama, student government merupakan bentuk pemerintahan yang mengambilalih kekuasaan sehingga unsur-unsur kekuasaan dan kekuatan negara akan dikuasai mahasiswa, hal ini tak lepas dari keprihatinan semakin tidak jelasnya reformasi. kemudian yang kedua student government diberi kesempatan untuk menentukan kebijakan negara dengan masuk ke dalam sistem kekuasaan namun tidak seluruhnya. sedangkan yang ketiga student government merupakan wadah gerakan mahasiswa itu sendiri yang di dalamnya mempunyai bentuk sama atau mirip dengan bentuk negara. yang terakhir inilah yang barang kali menjadi entry point student government dalam patron reformasi. selain dari bentuk lembaga tersebut, juga perlu dipikirkan bentuk materiil, substansi dan prinsip dasarnya.
Student government mempunyai paling sedikit 5 prinsip dasar, yakni moralitas, intelektualitas, politis, independen dan sejajar.


1. Student government berpatron pada gerakan moral.
Sebelum ide gerakan mahasiswa ini kita kembangkan lebih jauh, agaknya kita perlu lebih bijaksana untuk becermin pada diri kita sendiri dahulu. Gerakan mahasiswa, terlepas dari ideologinya, dilahirkan dan dibesarkan oleh mahasiswa itu sendiri yang sedikit banyak terpengaruh oleh suasana lingkungan dan latar belakang akademis. Dengan kata lain, mahasiswa adalah unsur dari gerakan mahasiswa.

2. Student government berpatron pada gerakan intelektual.
Konsepsi intelektual yang perlu dikembangkan adalah konsep intelektual profetik. Konsep ini dapat didefinisikan, (1). Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang meletakkan keimanan sebagai ruh atas penjelajahan nalar akal, (2). Gerakan Intelektual Profetik merupakan gerakan yang mengembalikan secara tulus dialektika wacana pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal (3). Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang mempertemukan nalar akal dan nalar wahyu pada usaha perjuangan perlawanan, pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan manusia secara organik.

Dengan konsep ini, maka gerakan mahasiswa akan menjadi patron bagi masyarakat untuk melakukan pencerahan dan penyadaran. Namun celakanya, konsep pendidikan yang ditawarkan saat ini lebih mementingkan kebutuhan pragmatis. Hasilnya adalah mahasiswa berlomba-lomba untuk menyelesaikan studinya sebelum batas akhir yang seringkali membawa dampak pada keengganan mahasiswa untuk ikut dalam pergumulan membicarakan masyarakat yang teraniaya, apalagi, berorganisasi.

3. Student government merupakan gerakan politik.
Sebagai gerakan politik mempunyai arti menjalankan fungsi kontrol (oposisi) terhadap kebijakan, baik kampus maupun negara. Hal ini lebih berarti jika ada jalinan antar gerakan mahasiswa, paling tidak jika ada isu/musuh bersama, biasanya mahasiswa bersatu. Turunnya $oeharto pada tahun 1998 merupakan salah satu contoh betapa kuatnya gerakan mahasiswa tatkala bersatu. Namun pasca lengsernya $oeharto, gerakan mahasiswa tidak lagi mempunyai kesamaan terutama dalam hal strategi apa yang akan digunakan dalam melaksanakan agenda reformasi.

Untuk mengokohkan peran politik ekstra parlementer, student governement bisa menggunakan strategi: (1). Mempengaruhi dan berupaya berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan publik. (2). Mengawasi dan memantau pelaksanaan kebijakan publik (3). Memberikan penilaian dan advokasi terhadap pelaksanaan kebijakan publik.

4. Student government bersifat independen.
Independen mempunyai arti tidak terpengaruh kepentingan kelompok tertentu terutama di luar mahasiswa. sejarah Orde Lama memberikan pelajaran kepada kita bahwa partai politik pun ternyata mempunyai kepentingan dengan menggarap mahasiswa.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ekspresi gerakan mahasiswa adalah ekspresi moral yang berdimensi politik, dan ekspresi politik yang berdasar pada prinsip moral dan intelektual. Sebagai gerakan politik yang berbasis moral, gerakan mahasiswa tidaklah berpolitik pragmatis yang berorientasi kekuasaan baik bagi gerakan maupun kadernya.
Masa-masa awal Orde Baru pasca tumbangnya Presiden Soekarno di beberapa lembaga formal intra kampus, seperti di Universitas Indonesia telah terjadi pertentangan yang cukup hebat antara aktivis-aktivis mahasiswa yang berhaluan independen dengan mereka yang berafilisasi kepada lembvaga ekstra kampus. Hal ini baraangkali menjadi perdebatan yang terus menerus mengenai peran dari lembaga-lembaga ekstra kampus ini.

5. Student government sejajar dengan pihak manapun.
Hal ini adalah sebuah keberanian dari gerakan mahasiswa yang akan menjadi bahasa perjuangannya. Sehingga dengan pihak manapun gerakan mahasiswa mempunyai hak dan kesempatan yang sama. Hal ini membutuhkan keterlibatan mahasiswa secara luas. Namun, apa dikata, jika ternyata mahasiswa—bahkan secara umum—bersikap apatis, masa bodoh terhadap kondisi kampusnya. Perlu energi yang besar untuk merubah paradigma berfikir. Sehingga untuk menghadapi pihak-pihak di luar maka mahasiswa harus mengatasi kondisi internal mereka sendiri. Jadi membutuhkan energi dua kali.

Lima prinsip dasar ini merupakan basis bagi pengembangan student governement di sebuah kampus, maupun jaringan antar kampus. Dengan adanya proses internalisasi lima prinsip dasar ini, maka gerakan mahasiswa dengan seluruh elemen yang dimilikinya, akan menjadi kekuatan pressure group yang efektif terhadap decision maker, baik di kampus maupun negara. Selain itu, kinerja lembaga di student government tersebut akan mendapat arah yang jelas.

Tetapi saat ini student government ( SG ) yang selalu kita idealkan kini terancam dirubah menjadi system yang akan memngkerdilkan mahasiswa, sitem yang akan memebtasi hak- hak mahasiswa yaitu system panduan organisasi mahasiswa ( POK ). Kita sebagai mahasiswa jangan sampai terkecoh kawan melihat system POK yang ditawarkan oleh pihak rektorat, mari kita satukan tekad kuatkan barisan kita demi mempertahankan SG ini kawan jangan samapai pihak rektorat selalu mengintervensi kita. Mari kita LAWAN segala PENINDASAN dalam bentuk apapun.

Kamis, 07 Juli 2011

Hikmah di Balik Kesulitan



Diantara begitu banyak manusia yang mengalami kesulitan dalam hidupnya, sangat jarang kita temui orang-orang yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah dengan bersabar, diantara mereka ada orang-orang yang berputus asa dan stress, ada pula orang-orang yang mencaci maki tuhannya bahkan ketika keimananya semakin luntur ada diantara mereka yang berani bunuh diri saat menghadapi kesulitan yang dianggapnya sangat berat.

Padahal dibalik segala kesulitan tersebut justru Allah SWT memberikan begitu banyak kemudahan dan jalan keluar bagi hambanya. Dari Kata al ‘usr (kesulitan) dalam al-Qur’an selalu disertai dengan al-yusra (kemudahan) hal ini menandakan bahwa disetiap kesulitan yang didatangkan kepada manusia akan disertai dengan jalan keluar berupa kemudahan-kemudahan. Salah satunya adalah firman Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

Pengulangan dalam ayat diatas menegaskan bahwa sesungguhnya kesulitan itu tidak pernah lepas dari setiap kemudahan-kemudahan yang selalu lekat kepadanya. Allah ingin memberi penekanan atau penegasan tentang janji-NYA ini, bahwa setiap ada kesulitan Allah memberikan kemudahan setelahnya, dengan kemudahan yang tiada terhingga.

Namun kemudahan ini tidak serta merta didapatkan hanya dengan berpangku tangan, menunggu pertolongan orang lain tanpa berusaha untuk mencari jalan keluar dari setiap kesulitan. Berusaha dan bertawakkal kepada Allah adalah kunci utama untuk membuka pintu-pintu kemudahan yang dijanjikan. Jalan keluar dari setiap kesulitan tidak turun begitu saja tanpa kesungguhan, diperlukan usaha untuk mencapai tujuannya.

Ingatlah kisah saat siti Hajar kesulitan menemukan air dalam sebuah padang pasir yang sangat luas, dalam terik panas matahari yang begitu menyengat, siti hajar lari dari safa hingga marwah yang jaraknya kurang lebih sekitar 405 meter, tiba-tiba dari gerak kaki nabi Ismail muncul sumber air yang sangat bersejarah dan airnya tidak pernah habis sampai sekarang air itu adalah air zam-zam.

Hal ini lebih mempertegas bahwasannya Allah SWT tidak memberikan suatu cobaan kecuali ada jalan keluarnya bahkan jalan keluar ini bukan hanya melalui 1 jalan melainkan banyak jalan bahkan manfaat dari kemudahan ini, tidak hanya dirasakan oleh orang yang sedang kesulitan saja akan tetapi oleh orang-orang yang merasakannya, kuncinya adalah terus berusaha, bersabar, dan bertawaqal kepada Allah SWT.

“Layukallifaullahu nafsan illa wus’aha” (Al-Baqarah: 286) Allah Tidak membebani suatu kaum kecuali sesuai dengan kemampuannya. Wallahu’alam

Minggu, 26 Juni 2011

Muslim Negarawan dan Krisis Kepemimpinan

Oleh Arfan Maestro

Indonesia dikenal sebagai Negara besar di dunia dan memiliki potensi strategis secara geopolitik dan geoekonomi. Indonesia kaya dengan potensi demografi dan geografi, memiliki ribuan pulau dari sabang sampai merauke. Namun kekayaan alam yang melimpah itu seakan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan rakyat. Mengekspor minyak mentah dan mengimpor minyak bahan bakar jadi merupakan logika pragmatis yang sangat disayangkan, sehingga bangsa ini memiliki ketergantungan terhadap harga minyak dunia, maka sangat disayangkan ketika beberapa kali Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikan di era reformasi, sejak zaman pemerintahan Gus Dur, Megawati, hingga SBY.

Dalam dua dekade terakhir ini Indonesia dihadapkan kepada krisis kepemimpinan hal ini ditandai dengan hilangnya sosok pemimpin yang kharismatik, pemimpin yang dapat memimpin umat, SBY hanyalah sosok pemimpin yang kuat dalam pencitraan tetapi sangat rapuh dalam pengambilan keputusan, tidak punya sikap yang tegas, mudah di intervensi dan seringkali memberikan jawaban dengan equevokal communication, komunikasi yang dibuat tidak jelas dengan tujuan untuk mengalihkan issue sehingga yang terjadi bukanlah solusi melainkan suasana yang bertambah rumit karena penafsiran yang berbeda.

Untuk itu KAMMI yang berdiri pada masa transisi reformasi mempunyai visi menjadi wadah perjuangan permanen dalam mencetak pemimpin masa depan yang tangguh dalam rangka mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia. Dalam risalah kaderisasi manhaj 1427 H yang dirumuskankan oleh tim kaderisasi KAMMI pusat, ada beberapa poin penting yang menjadi titik tekan dalam mendesain kader KAMMI. Point penting tersebut adalah KAMMI mampu menciptakan kader yang berorientasi pada profil muslim negarawan. Negarawan dalam kamus besar bahasa Indonesia: orang yang ahli dalam kenegaraan atau sebuah pemerintahan, pemimpin politik yang secara taat asas menyusun kebijakan Negara dengan kebijaksanaan dan kewibawaan.

Profil muslim negarawan dalam definisi risalah tersebut adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, idealis dan konsisten, berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa, serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan.

Ada tiga hal yang merupakan syarat utama munculnya sosok Muslim Negarawan yang memiliki keberpihakan pada kebenaran dan terlatih dalam proses perjuangannya diantaranya adalah mereka yang terlahir dari gerakan Islam yang tertata rapi (quwwah al-munashomat), semangat keimanan yang kuat (ghirah qawiyah) dan kompetensi yang tajam.

Untuk lebuh mengenal dan mengetahui sosok muslim negarawan yang akan menjadi calon pemimpin masa depan, setiraknya ada 5 Ciri Muslim Negarawan yang dapat diketahui:

1. Penanaman agama yang mendalam

Membina keislaman, keimanan, dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia.merupakan visi KAMMI dalam mewujudkan misi menjadikan masyarakat Islami di Indonesia. Keislaman, keimanan dan ketaqwaan merupakan modal utama seorang pemimpin dalam setiap aktifitasnya. sehingga menjadikannya selalu berada dalam bingkai ketundukan pada Allah swt semata. Seorang pemimpin yang mempunyai pondasi agama yang kuat akan mempunyai karakteristik kepemimpinan Islam yang kuat pula, pemimpin harus senantiasa menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai standarisasi dalam menjalankan amanah kepemimpinannya.

Sebagai mana yang telah di ajarkan oleh Rasulullah pada periode makkah, dimana dalam masa awal dakwah Rasulullah SAW hal pertama yang menjadi concern Rasul adalah persoalan akidah. Kemurnian akidah merupakan basic manusia dalam menjalani kehidupannya. Akidah yang benar (salimul akidah) akan menghasilkan sosok seorang pemimpin yang amanah dalam menjalankan roda-roda kepemimpinannya, salimul akidah akan menjadi tameng bagi hegemoni budaya kapitalisme dan hedonism yang sudah akrab dengan kehidupan masyarakat saat ini.

2.Ideologi yang mengakar dan konsistensi dalam Islam

Seorang pemimpin harus mewakili ideologi sebagian warganya, dan Islam adalah ideologi mayoritas warga Indonesia, untuk itu pemahaman dan konsistensi yang mendalam terhadap Islam menjadi sangat diperlukan saat seseorang akan menjadi pemimpin Indonesia, karena warga muslim Indonesia adalah bagian dari umat yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mejaga akidahnya dari serangan-serangan ghazwul fikri yang gencar menerpa umat. Kapitalisme, sekularisasi, gaya hidup hedonis, adalah bagian ghazwul fikri yang harus diwaspadai.

Indonesia dewasa ini membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar, yang akan membawanya kepada konsistensi dalam beribadah kepada Allah SWT, berusaha menegakan syariahnya sesuai tuntutan Al-qur’an dan As-sunnah yang menjadi pedoman dalam setiaf nafas kehidupannya.

3.Ilmu yang luas dan pemikiran yang mapan

Dalam hal kelilmuan seorang pemimpin harus lebih baik dari pada rakyatnya, karena seorang pemimpin akan dihadapkan kepada permasalahan-permasalahan umat yang kompleks.

Seorang Muslim Negarawan merupakan orang yang selalu menggali, mengembangkan, dan memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial, dan politik yang dimilikinya, sehingga ketika dihadapkan terhadap suatu perkara baik nasional ataupun internasional, seorang muslim negarawan dapat mengatasinya dengan pertimbangan yang baik.

4.Terlibat langsung dalam pemecahan masalah umat dan bangsa

Seorang muslim negarawan adalah orang yang harus terlibat langsung dalam pemecahan masalah umat, seorang pemimpin dinilai dari track record pemecahan masalahnya, ssemakin baik pemimpin dalam memecahkan masalah, maka semakin pemimpin tersebut di cintai oleh rakyatnya.

Seorang Muslim Negarawan harus bisa memecahkan masalah-masalah umat sehingga berdampak pada pencerahan dan peningkatan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani, madani, adil, dan sejahtera.


5.Menjadi perekat berbagai komponen demi kemajuan bangsa

Seorang pemimpin harus berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa. Karena Proses konsolidasi demokrasi yang berlangsung pasca reformasi 98, masih menyisakan pekerjaan rumah yang panjang, karena hingga saat ini Indonesia mashi dipenuhi dengan hiruk pikuk politik yang tak henti, serta hegemoni pihak asing yang semakin berkembang di Indonesia. Tarik menarik kepentingan dan saling sandera, menjadi drama para politisi dan pemimpin negeri. Akhirnya, kepentingan umat dan bangsa terdeviasi ke sudut yang sangat curam. Antara rakyat dan pemimpin terjadi kesenjangan yang jauh.
Kehadiran Muslim Negarawan, yang mengutamakan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi menjadi keniscayaan yang dinantikan. Bahwa jabatan adalah pelayanan, merupakan prinsip dan landasan moral sekaligus ethic politik.

Dengan ini seorang Muslim Negarawan dapat menjadi pelopor dan pemelihara komunikasi, solidaritas, dan kerjasama antar umat beragama dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan, hal seperti ini diperlukan dalam menjaga kesatuan bangsa Indonesia dengan semangat membawa kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar).

Bagaimana jika seorang muslim negarawan yang menjadi dasar pemerintahan di Indonesia Dengan melahirkan seorang pemimpin yang mempunyai pemahaman agama yang mendalam, mempunyai idealisme seorang muslim yang kuat dan konsisten, ilmu yang luas dan pemikiran yang matang, mampu menjadi perekat berbagai komponen dan yang pasti terlibat langsung dalam pemecahan masalah umat di Indonesia.

Akhirnya semoga PR reformasi yang hingga saat ini belum terrealisasikan dapat segera menjadi kenyataan. Pengentasan kemiskinan kesejahteraan rakyat, penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu, harus menjadi concern pemimpin bangsa kedepan.