Oleh: Ade Irfan Abdurahman
![]() |
| Image Source: http://tuanlee.wordpress.com/2011/03/19/sekuntum-doa-dan-harapan/ |
Suara petir begitu
menggelegar, derasnya hujan disertai angin kencang sudah cukup untuk membuat
ketiga musafir itu segera berlari menuju gua untuk berteduh, merekapun masuk
kedalam gua untuk mencari perlindungan. Saat ketiganya masuk, tiba-tiba
terdengar suara benda jatuh. Pintu gua tertutup oleh batu yang jatuh dari atas
bukit. Mereka terkurung didalamnya.
Sudah tidak ada jalan
untuk keluar. Rasa bingung dan kaget bercampur baur, rasanya sudah sulit untuk
bebas dari dalam gua. Lalu sebagian mereka berkata pada sebagian lainnya:
“Ingatlah semua amal baik yang pernah kamu lakukan karena Allah!. Setelah itu
berdoalah kepada Allah dengan amalan masing-masing semoga Allah menolong
kesulitan kita.”
Orang pertama berdoa,
"Ya Allah, dahulu saya mempunyai ayah dan ibu yang sudah renta. Sudah
menjadi kebiasaanku tidak memberi minuman susu kepada seorangpun sebelum
keduanya, baik kepada keluargaku atau kepada hamba sahaya. Pada suatu hari saya
agak jauh menggembala ternak sehingga saya terlambat tidak kembali kepada
keduanya hingga malam hari dan ketika itu ayah bundaku telah tidur. Maka saya
terus memerah susu untuk keduanya dan saya segan untuk membangunkan keduanya
tetapi saya pun tidak akan memberikan minuman itu kepada siapapun sebelum ayah
bundaku. Saya tunggu keduanya hingga terbit fajar lalu bangunlah keduanya dan
minum susu yang saya perahkan itu. Padahal malam itu anak-anakku juga menangis
meminta susu itu di dekat kakiku. Ya Allah, jika yang saya lakukan itu
benar-benar karena mengharapkan keridhaan-Mu maka lepaskanlah kami dari
kesulitan ini. Maka bergeserlah batu itu sedikit hanya saja mereka belum dapat
keluar dari gua tersebut.
Lalu orang yang kedua
berdoa, "Ya Allah, dahulu saya pernah jatuh cinta pada anak gadis pamanku.
Aku minta supaya dia melayani keinginan nafsuku. Namun begitu dia tidaksudi
melayani keinginan nafsuku kecuali setelah aku memberikannya uang sebanyak
seratus dinar. Setelah terkumpul aku membawa uang tersebut kepadanya. Saat aku
ingin menyetubuhinya dia berkata, "Takutlah kepada Allah dan janganlah
engkau renggut kesucianku kecuali setelah pernikahan terlebih dahulu.” Maka
saya segera bangkit dan membatalkan niat jahatku. Ya Allah, bila saya berbuat
itu semata-mata karena mengharapkan keridhaan-Mu maka hindarkanlah kami dari
kemalangan ini." Maka bergeserlah batu itu sedikit tetapi mereka belum
juga dapat keluar daripadanya.
Lalu berdoalah orang
yang ketiga, "Ya Allah, saya dahulu menjadi majikan yang mempunyai banyak
buruh dan pegawai. Pada suatu hari ketika saya membayar upah buruh-buruh itu,
tiba-tiba ada seorang dari mereka yang tidak sabar menunggu lalu segera pergi
dan meninggalkan upahnya terus pulang ke rumahnya dan tidak kembali. Maka saya
perniagakan upah itu hingga bertambah dan berbuah menjadi harta kekayaan yang
banyak. Kemudian setelah berselang waktu cukup lama, buruh itu datang kembali
dan berkata, "Hai hamba Allah berikan kepadaku upahku yang dahulu
itu."Aku menjawab, "Semua kekayaan di depanmu yang berupa unta,
lembu, kambing dan budak penggembalanya itu adalah upahmu." Orang itu
berkata, "Hai hamba Allah, janganlah engkau mengolok-olokkan aku."
Aku menjawab, "Aku tidak mengolok-olokkan kamu." Maka diambilnya
semua yang saya sebutkan itu dan tidak ditinggalkan seekor pun daripadanya.
"Ya Allah, jika saya berbuat itu karena mengharapkan keridhaan-Mu maka
bebaskanlah kami dari kesempitan ini." Tiba-tiba batu itupun bergeser lagi
sehingga mereka dapat keluar dengan selamat.
Kisah yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan muslim dari Rasulullah SAW ini bukan sekedar
cerita tentang doa yang dikabulkan. Lebih dari itu ini sungguh merupakan kisah
menakjubkan, kisah yang menunjukan korelasi antara doa dan amal saleh.
Allah menerima doa
hamba-hambanya, namun Allah membutuhkan alasan kenapa doa hambaNya patut untuk segera
dikabulkan. Disinilah Sunatullah berlangsung, orang yang mendekatkan diri
kepada Allah melalui ritual-ritual amal salehnya, Allah akan dekat dengannya. Orang-orang
yang doanya segera diijabah adalah orang yang memiliki kualitas ibadah terbaik
dan besegera dalam berbuat kebaikan. Ingatlah kisah Zakaria Dalam surat
Al-Anbiya: 90, Allah SWT berfirman:
“Maka Kami
memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan
isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu
bersegera dalam perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami
dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami.”
Doa dengan penuh
pengharapan yang disertai dengan amal saleh penuh keikhlasan, ibarat sebuah
bibit unggul yang akan menghasilkan buah terbaik. Tidak akan ada yang
menyangsikan kualitasnya, Allahpun akan rida terhadapnya, menjawab doa yang
dipanjatkan dan memenuhi harapan-harapannya.
