“Janganlah kamu
mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu
hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (Ali Imran: 169)”
Kondisi yang saat
ini sedang melanda “Darul Jihad” Gaza, Palestina, terlihat sangat
mengenaskan, perang antara tentara Zionis Israel dan Hamas, telah
memporak-porandakan Gaza, tidak hanya Ahmad Al-Ja’bari selaku komandan Hamas
yang syahid, melainkan beberapa warga sipil termasuk anak-anak dan perempuan
sipil turut pula menjadi korban kekezaman tentara zionis ini.
Andai
serangan-serangan rudal-rudal zionis tersebut menyerang Indonesia, tentu bangsa
ini akan porak-poranda, masyarakat akan dilanda gejolak mental yang luar biasa,
dan akan banyak orang-orang yang stress karena ketidak siapannya menghadapi
ujian maha dahsyat yang menghilangkan harta, keluarga, teman, dan jiwa.
Lalu bagaimana
dengan warga Palestina…? Anak-anak mereka dididik dengan keteguhan iman, ketakwaan,
dan kesiapan menjadi syuhada. Bagi mereka Syahid dalam medan jihad adalah
cita-cita utama, mereka yakin bahwa syahid memiliki kedudukan yang mulia dalam
Islam, sejajar dengan para Nabi. Syahid adalah nikmat yang hanya Allah turunkan
bagi orang-orang yang terpilih:
“Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul
(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat
oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid,
dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”. (An-Nisa:
69).
Lantas sekarang
siapakah yang pantas bersedih? Mereka yang menjadi syuhada atau kita umat
muslim Indonesia yang dalam keadaan aman, dan sudah terbebas dari penjajahan,
sehingga hampir tertutup kesempatan untuk berjihad, karena masa penjajahan
sudah kita lewati. Al-Qur’an dan As-Sunnah telah banyak menyebutkan keutamaan
Jihad fi Sabilillah. Dahulu, para sahabat, ulama dan salafus shalih
berlomba-lomba menjemput syahid.
''Sesungguhnya
Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka
membunuh atau terbunuh. Janji kebenaran dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan
Alquran. Siapakah yang lebih menepati janjinya, daripada Allah? Maka bergembiralah
dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan besar.''
(QS At-Taubah: 111).
Sekarang siapa yang
tidak menginginkan jual beli yang hadiahnya adalah kemenangan besar berupa
syurga. Jihad adalah puncak Islam. Banyak ayat Al-Quran yang menumbuhkan
motivasi jihad. Sejak dahulu umat Muslimin sangat antusias mengikuti perjuangan
dakwah dan jihad sebagai panggilan agama. mereka siap mengorbankan jiwa dan
harta untuk menggapai rida dan surga.
Kematian bagi para
syuhada bukanlah sebuah kematian biasa, secara fisik mereka memang terlihat
tidak bernyawa, kehilangan kenikmatan dunia menuju kenikmatan yang lebih
dahsyat, berada disisi Allah dan mendapatkan rezeki yang nikmatnya jauh lebih
nikmat dari kehidupan dunia. Allah menyempurnakan nikmat kepada mereka dengan
menggabungkan antara nikmat badan, dan nikmat ruhani, sehingga sempurnalah
kenikmatan dan kebahagiaan mereka.
Namun jangan
bersedih, Indonesia mungkin tidak dipilih sebagai “Darul Jihad”, namun
masih ada kontribusi jihad harta, dan bantuan kemanusiaan yang dapat menyokong
dan mempermudah perjuangan Palestina. Paling tidak meringankan beban mereka,
dalam melaksanakan amanah jihad.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar