Rabu, 05 Desember 2012

Kenikmatan Jihad



“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (Ali Imran: 169)”

Kondisi yang saat ini sedang melanda “Darul Jihad” Gaza, Palestina, terlihat sangat mengenaskan, perang antara tentara Zionis Israel dan Hamas, telah memporak-porandakan Gaza, tidak hanya Ahmad Al-Ja’bari selaku komandan Hamas yang syahid, melainkan beberapa warga sipil termasuk anak-anak dan perempuan sipil turut pula menjadi korban kekezaman tentara zionis ini.
Andai serangan-serangan rudal-rudal zionis tersebut menyerang Indonesia, tentu bangsa ini akan porak-poranda, masyarakat akan dilanda gejolak mental yang luar biasa, dan akan banyak orang-orang yang stress karena ketidak siapannya menghadapi ujian maha dahsyat yang menghilangkan harta, keluarga, teman, dan jiwa.
Lalu bagaimana dengan warga Palestina…? Anak-anak mereka dididik dengan keteguhan iman, ketakwaan, dan kesiapan menjadi syuhada. Bagi mereka Syahid dalam medan jihad adalah cita-cita utama, mereka yakin bahwa syahid memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam, sejajar dengan para Nabi. Syahid adalah nikmat yang hanya Allah turunkan bagi orang-orang yang terpilih:

 “Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”. (An-Nisa: 69).

Lantas sekarang siapakah yang pantas bersedih? Mereka yang menjadi syuhada atau kita umat muslim Indonesia yang dalam keadaan aman, dan sudah terbebas dari penjajahan, sehingga hampir tertutup kesempatan untuk berjihad, karena masa penjajahan sudah kita lewati. Al-Qur’an dan As-Sunnah telah banyak menyebutkan keutamaan Jihad fi Sabilillah. Dahulu, para sahabat, ulama dan salafus shalih berlomba-lomba menjemput syahid.

''Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Janji kebenaran dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Alquran. Siapakah yang lebih menepati janjinya, daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan besar.'' (QS At-Taubah: 111).

Sekarang siapa yang tidak menginginkan jual beli yang hadiahnya adalah kemenangan besar berupa syurga. Jihad adalah puncak Islam. Banyak ayat Al-Quran yang menumbuhkan motivasi jihad. Sejak dahulu umat Muslimin sangat antusias mengikuti perjuangan dakwah dan jihad sebagai panggilan agama. mereka siap mengorbankan jiwa dan harta untuk menggapai rida dan surga.
Kematian bagi para syuhada bukanlah sebuah kematian biasa, secara fisik mereka memang terlihat tidak bernyawa, kehilangan kenikmatan dunia menuju kenikmatan yang lebih dahsyat, berada disisi Allah dan mendapatkan rezeki yang nikmatnya jauh lebih nikmat dari kehidupan dunia. Allah menyempurnakan nikmat kepada mereka dengan menggabungkan antara nikmat badan, dan nikmat ruhani, sehingga sempurnalah kenikmatan dan kebahagiaan mereka.
Namun jangan bersedih, Indonesia mungkin tidak dipilih sebagai “Darul Jihad”, namun masih ada kontribusi jihad harta, dan bantuan kemanusiaan yang dapat menyokong dan mempermudah perjuangan Palestina. Paling tidak meringankan beban mereka, dalam melaksanakan amanah jihad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar