Kamis, 23 Februari 2012

Hijrah dan Kepahlawanan


Siapa yang tidak kenal dengan Abu Bakar dan Ali Bin Abi Thalib dua sosok sahabat yang sangat dicintai Rasullullah, dan termasuk kedalam golongan orang  yang pertama kali masuk islam (As-Sabiqun Al-Awwalun) dari kalangan pemuda dan anak, bahkan sejarah mengabadikannya sebagai dua orang khalifah  pengganti  Rasulullah dan keduanya pula mendapat jaminan syurga dari Rasulullah.
Cerita kepahlawanan Abu bakar  dan Ali bin Abi Thalib terlihat jelas pada saat Rasulullah hendak Hijrah  ke Madinah. Ketika para pemuka Quraisy yang tergabung dalam “Darun Nadwah” menyepakati   sebuah pendapat yang keji dari Abu Jahal bin Hisyam la’natullahu alaih memilih pemuda yang gagah dari setiap kabilah untuk menyergap dan membunuh Rasulullah SAW pada malam hari saat beliau biasa keluar rumah, pada saat itu pula Allah SWT memberitahukan Rasulullah melalui wahyu yang disampaikan oleh malaikat Jibril tentang rencana dan persekongkolan kaum Quraisy dan menyampaikan izin kepada beliau untuk hijrah meninggalkan Makkah.
Pada saat genting inilah Rasulullah mendatangi Abu Bakar untuk  menemani beliau Hijrah serta membahas tahapan-tahapan Hijrah yang akan mereka lalui bersama. Setelah di sepakati rencana hijrah tersebut, Rasulullah pulang kerumahnya menunggu datangnya malam.
Taktala malam telah gelap, para pemuda Quraisy berkumpul di depan pintu rumah beliau untuk mengintai kapan beliau bangun sehingga dapat menyergapnya. Pada malam itu Rasulullah meminta Ali bin Abi Thalib untuk tidur di ranjang rasulullah sebagai sebuah cara untuk mengelabui pemuda-pemuda Quraisy. Dalam hal ini Ali bin Abi Thalib rela mengorbankan nyawanya untuk menjadi sasaran kaum kafir quraisy demi melindungi Rasulullah yang sangat dicintainya padahal umurnya saat itu masih sangat belia, sehingga dengan izin Allah Rasulullah dapat lolos berhijrah setelah Allah membuat para kafir Quraisy tertidur.
Sedangkan Ali yang menggantikan Rasulullah saat bangun mendapati dirinya dikepung oleh kafir Quraisy kemudian diseret ke Ka’bah dan mengurungunya untuk mendapatkan informasi tentang Rasulullah  namun mengalami kegagalan.
Ditempat lain Abu Bakar berhijrah bersama Rasulullah meninggalkan keluarga dan hartanya serta mengorbankan dirinya untuk menjadi satu-satunya manusia yang mendampingi Rasulullah di perjalanan.  Pada saat sampai di gua Tsur Abu bakar bahkan rela menjadikan kakinya sebagai penutup lubang yang ada di gua hingga kakinya disengat binatang berbisa, bahkan saat itu Abu Bakar tidak bergeming sedikitpun karena khawatir membangunkan Rasulullah, dan di gua ini pula Allah memberikan pertolongan dengan mengelabui orang kafir Quraisy menyamarkan keberadaan Rasulullah dan Abu Bakar di dalam Gua hingga pencarian mereka selama berhari-haripun gagal.  
“Maka Sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula”. (At-Tahrim:4)
Dalam perjalan inilah Abu Bakar dengan setia menemani Rasulullah dan selalu mencukupi kebutuhan-kebutuhan Rasulullah selama perjalanan hingga sampai di Madinah.
Kedua sosok  sahabat yang sangat dicintai Rasulullah SAW ini yaitu Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib telah mengajarkan sosok pahlawan yang sebenarnya dalam peristiwa Hijrahnya Rasulullah. Seorang Pahlawan bukanlah orang yang karya dan perbuatannya ingin dilihat oleh orang untuk mendapatkan titel dan ketenaran, akan tetapi seorang pahlawan adalah seorang yang rela mengorbankan, jiwa, harta, dan keluarganya untuk agama dan bangsanya, semoga kita dapat belajar dari keteladanan para sahabat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar