Siapa
yang tidak kenal dengan Abu Bakar dan Ali Bin Abi Thalib dua sosok sahabat yang
sangat dicintai Rasullullah, dan termasuk kedalam golongan orang yang pertama kali masuk islam (As-Sabiqun
Al-Awwalun) dari kalangan pemuda dan anak, bahkan sejarah
mengabadikannya sebagai dua orang khalifah
pengganti Rasulullah dan keduanya
pula mendapat jaminan syurga dari Rasulullah.
Cerita
kepahlawanan Abu bakar dan Ali bin Abi
Thalib terlihat jelas pada saat Rasulullah hendak Hijrah ke Madinah. Ketika para pemuka Quraisy yang
tergabung dalam “Darun Nadwah” menyepakati sebuah pendapat yang keji dari Abu Jahal bin
Hisyam la’natullahu alaih memilih pemuda yang gagah dari setiap
kabilah untuk menyergap dan membunuh Rasulullah SAW pada malam hari saat beliau
biasa keluar rumah, pada saat itu pula Allah SWT memberitahukan Rasulullah
melalui wahyu yang disampaikan oleh malaikat Jibril tentang rencana dan
persekongkolan kaum Quraisy dan menyampaikan izin kepada beliau untuk hijrah
meninggalkan Makkah.
Pada
saat genting inilah Rasulullah mendatangi Abu Bakar untuk menemani beliau Hijrah serta membahas
tahapan-tahapan Hijrah yang akan mereka lalui bersama. Setelah di sepakati
rencana hijrah tersebut, Rasulullah pulang kerumahnya menunggu datangnya malam.
Taktala
malam telah gelap, para pemuda Quraisy berkumpul di depan pintu rumah beliau
untuk mengintai kapan beliau bangun sehingga dapat menyergapnya. Pada malam itu
Rasulullah meminta Ali bin Abi Thalib untuk tidur di ranjang rasulullah sebagai
sebuah cara untuk mengelabui pemuda-pemuda Quraisy. Dalam hal ini Ali bin Abi
Thalib rela mengorbankan nyawanya untuk menjadi sasaran kaum kafir quraisy demi
melindungi Rasulullah yang sangat dicintainya padahal umurnya saat itu masih
sangat belia, sehingga dengan izin Allah Rasulullah dapat lolos berhijrah
setelah Allah membuat para kafir Quraisy tertidur.
Sedangkan
Ali yang menggantikan Rasulullah saat bangun mendapati dirinya dikepung oleh
kafir Quraisy kemudian diseret ke Ka’bah dan mengurungunya untuk mendapatkan
informasi tentang Rasulullah namun
mengalami kegagalan.
Ditempat
lain Abu Bakar berhijrah bersama Rasulullah meninggalkan keluarga dan hartanya
serta mengorbankan dirinya untuk menjadi satu-satunya manusia yang mendampingi
Rasulullah di perjalanan. Pada saat
sampai di gua Tsur Abu bakar bahkan rela menjadikan kakinya sebagai penutup
lubang yang ada di gua hingga kakinya disengat binatang berbisa, bahkan saat
itu Abu Bakar tidak bergeming sedikitpun karena khawatir membangunkan
Rasulullah, dan di gua ini pula Allah memberikan pertolongan dengan mengelabui
orang kafir Quraisy menyamarkan keberadaan Rasulullah dan Abu Bakar di dalam
Gua hingga pencarian mereka selama berhari-haripun gagal.
“Maka
Sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang
mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya
pula”. (At-Tahrim:4)
Dalam
perjalan inilah Abu Bakar dengan setia menemani Rasulullah dan selalu mencukupi
kebutuhan-kebutuhan Rasulullah selama perjalanan hingga sampai di Madinah.
Kedua sosok sahabat yang sangat dicintai Rasulullah SAW
ini yaitu Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib telah mengajarkan sosok pahlawan
yang sebenarnya dalam peristiwa Hijrahnya Rasulullah. Seorang Pahlawan bukanlah
orang yang karya dan perbuatannya ingin dilihat oleh orang untuk mendapatkan titel
dan ketenaran, akan tetapi seorang pahlawan adalah seorang yang rela
mengorbankan, jiwa, harta, dan keluarganya untuk agama dan bangsanya, semoga
kita dapat belajar dari keteladanan para sahabat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar