Senin, 21 Januari 2013

Amal Saleh, Doa dan Harapan



Oleh: Ade Irfan Abdurahman

Image Source: http://tuanlee.wordpress.com/2011/03/19/sekuntum-doa-dan-harapan/
Suara petir begitu menggelegar, derasnya hujan disertai angin kencang sudah cukup untuk membuat ketiga musafir itu segera berlari menuju gua untuk berteduh, merekapun masuk kedalam gua untuk mencari perlindungan. Saat ketiganya masuk, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Pintu gua tertutup oleh batu yang jatuh dari atas bukit. Mereka terkurung didalamnya.
Sudah tidak ada jalan untuk keluar. Rasa bingung dan kaget bercampur baur, rasanya sudah sulit untuk bebas dari dalam gua. Lalu sebagian mereka berkata pada sebagian lainnya: “Ingatlah semua amal baik yang pernah kamu lakukan karena Allah!. Setelah itu berdoalah kepada Allah dengan amalan masing-masing semoga Allah menolong kesulitan kita.”
Orang pertama berdoa, "Ya Allah, dahulu saya mempunyai ayah dan ibu yang sudah renta. Sudah menjadi kebiasaanku tidak memberi minuman susu kepada seorangpun sebelum keduanya, baik kepada keluargaku atau kepada hamba sahaya. Pada suatu hari saya agak jauh menggembala ternak sehingga saya terlambat tidak kembali kepada keduanya hingga malam hari dan ketika itu ayah bundaku telah tidur. Maka saya terus memerah susu untuk keduanya dan saya segan untuk membangunkan keduanya tetapi saya pun tidak akan memberikan minuman itu kepada siapapun sebelum ayah bundaku. Saya tunggu keduanya hingga terbit fajar lalu bangunlah keduanya dan minum susu yang saya perahkan itu. Padahal malam itu anak-anakku juga menangis meminta susu itu di dekat kakiku. Ya Allah, jika yang saya lakukan itu benar-benar karena mengharapkan keridhaan-Mu maka lepaskanlah kami dari kesulitan ini. Maka bergeserlah batu itu sedikit hanya saja mereka belum dapat keluar dari gua tersebut.
Lalu orang yang kedua berdoa, "Ya Allah, dahulu saya pernah jatuh cinta pada anak gadis pamanku. Aku minta supaya dia melayani keinginan nafsuku. Namun begitu dia tidaksudi melayani keinginan nafsuku kecuali setelah aku memberikannya uang sebanyak seratus dinar. Setelah terkumpul aku membawa uang tersebut kepadanya. Saat aku ingin menyetubuhinya dia berkata, "Takutlah kepada Allah dan janganlah engkau renggut kesucianku kecuali setelah pernikahan terlebih dahulu.” Maka saya segera bangkit dan membatalkan niat jahatku. Ya Allah, bila saya berbuat itu semata-mata karena mengharapkan keridhaan-Mu maka hindarkanlah kami dari kemalangan ini." Maka bergeserlah batu itu sedikit tetapi mereka belum juga dapat keluar daripadanya.
Lalu berdoalah orang yang ketiga, "Ya Allah, saya dahulu menjadi majikan yang mempunyai banyak buruh dan pegawai. Pada suatu hari ketika saya membayar upah buruh-buruh itu, tiba-tiba ada seorang dari mereka yang tidak sabar menunggu lalu segera pergi dan meninggalkan upahnya terus pulang ke rumahnya dan tidak kembali. Maka saya perniagakan upah itu hingga bertambah dan berbuah menjadi harta kekayaan yang banyak. Kemudian setelah berselang waktu cukup lama, buruh itu datang kembali dan berkata, "Hai hamba Allah berikan kepadaku upahku yang dahulu itu."Aku menjawab, "Semua kekayaan di depanmu yang berupa unta, lembu, kambing dan budak penggembalanya itu adalah upahmu." Orang itu berkata, "Hai hamba Allah, janganlah engkau mengolok-olokkan aku." Aku menjawab, "Aku tidak mengolok-olokkan kamu." Maka diambilnya semua yang saya sebutkan itu dan tidak ditinggalkan seekor pun daripadanya. "Ya Allah, jika saya berbuat itu karena mengharapkan keridhaan-Mu maka bebaskanlah kami dari kesempitan ini." Tiba-tiba batu itupun bergeser lagi sehingga mereka dapat keluar dengan selamat.
Kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan muslim dari Rasulullah SAW ini bukan sekedar cerita tentang doa yang dikabulkan. Lebih dari itu ini sungguh merupakan kisah menakjubkan, kisah yang menunjukan korelasi antara doa dan amal saleh.
Allah menerima doa hamba-hambanya, namun Allah membutuhkan alasan kenapa doa hambaNya patut untuk segera dikabulkan. Disinilah Sunatullah berlangsung, orang yang mendekatkan diri kepada Allah melalui ritual-ritual amal salehnya, Allah akan dekat dengannya. Orang-orang yang doanya segera diijabah adalah orang yang memiliki kualitas ibadah terbaik dan besegera dalam berbuat kebaikan. Ingatlah kisah Zakaria Dalam surat Al-Anbiya: 90, Allah SWT berfirman:
“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami.”
Doa dengan penuh pengharapan yang disertai dengan amal saleh penuh keikhlasan, ibarat sebuah bibit unggul yang akan menghasilkan buah terbaik. Tidak akan ada yang menyangsikan kualitasnya, Allahpun akan rida terhadapnya, menjawab doa yang dipanjatkan dan memenuhi harapan-harapannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar