Rabu, 28 Maret 2012

Merengkuh Hidup Bahagia


Oleh: Rahman Samudera

Manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi tentunya memiliki tujuan hidup yang variatif, banyak dari mereka yang berhasil meraihnya, namun terkadang  melupakan kontribusi Tuhan dalam kesuksesan hidupnya. Padahal, semua keindahan, rezeki, petunjuk dan berbagai kenikmatan dunia, merupakan perwujudan dari kasih sayang Allah kepada ummat manusia, di mana dengan kasih sayangNya, manusia merasa bahagia.
Kebahagiaan tidak dapat diukur dengan banyaknya materi, banyaknya anak, atau banyaknya isteri, karena kebahagian sejatinya hadir dalam relung-relung hati manusia yang paling dalam, menjelma sebagai sakinah, ketenangan dan ketentraman hati, itulah kenapa saat orang menikah selalu di do’akan untuk SAMARA (Sakinah, Mawaddah wa Rahmah) karena sakinah merupakan tanda kebahagiaan itu sendiri.
 Banyak orang yang berfikir bahwa kekayaan menyebabkan kebahagian, namun fakta menyebutkan beberapa orang justru merasakan gelisah saat kekayaan sudah dalam genggaman. Rasa takut kehilangan, takut penipuan, takut pencuriaan, takut penghianatan,  dan pola hidup yang berlebihan sedikit demi sedikit menggrogoti kebahagian dan dikalahkan kekhawatiran, yang muncul selanjutnya adalah tubuh yang digerogoti penyakit psikis.
Kebahagian selalu hadir dalam hati,  ia dapat dirasakan tapi tidak dapat dilihat dan diraba,  karena boleh jadi orang terlihat bahagia, namun dalam hatinya tersimpan rasa gelisah dan kepedihan yang terpendam.
Menurut DR. Aidh Al-Qarni untuk menghadirkan kebahagiaan Anda harus senantiasa membasuh hati Anda dengan air cinta lalu membilasnya dengan memberikan maaf atas orang-orang yang pernah menzalimi Anda atau mencaci maki Anda, Serta ajaklah orang kepada jalan Tuhan dan menghindari laranganNya. Dengan demikian, Anda akan hidup bahagia, hati Anda senang, dan jiwa Anda pun tenang.
"Jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh" (QS. Al-A’raaf, 7:199).
Selanjutnya adalah membunuh kalajengking-kalajengking yang menggrogoti hati Anda dengan pisau kesabaran dan kelemahlembutan. Menebas serigala nafsu Anda yang selalu memerintah berbuat jahat dengan pedang iman. Membersihkan halaman ruh Anda dari noda pikiran-pikiran kotor.  Dan menanam di kebun jiwa Anda pohon-pohon hikmah, bunga-bunga ilmu, dan kembang-kembang pengetahuan.
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'" (QS. Al-Baqarah, 2:45).
"Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal (nya)". (QS. An-Nazi'at, 79: 40-41)
Demikianlah kebahagiaan bukanlah karena materi, tetapi kebahagiaan hadir karena keimanan dan ketaqwaan kita kepada sang Maha Pencipta Allah SWT, dialah Allah yang Maha Hidup yang memberikan ketenangan kepada manusia, dialah yang Maha Pemberi, yang memberikan kenikmatan di akhirat, karena ketaatan manusia kepadaNya.
Jika kita sudah menyadari bahwa kebahagiaan merupakan anugerah terindah dari Allah SWT berkat kesabaran, dan kemampuan manusia dalam melawan hawa nafsu, maka mulai saat ini telah terbuka satu kunci bagi anda untuk menjemput kebahagiaan itu kehadapan anda, membawanya kedalam setiap aktivitas-aktivitas yang anda lakukan serta diakhiri dengan ketaatan dan rasa syukur yang besar kepada Allah SWT.

Dialah Yang Maha Hidup dan terus mengurus makhluk
Keagungan dan kebesaran adalah pakaian-Nya
Dia memberi kekayaan, kecukupan, dan penerangan lewat cahaya-Nya
Seluruh alam, angkasa, langit dan bumi-Nya
Semua bersinar dengan cahaya keindahan-Nya
Karunia terwujud dengan jalan petunjuk-Nya
Allah….Allah…Allah…
Yang Maha Agung menganugerahkan kepada kita
Kekuatan yang dengannya Allah mengantar kita kepada pengetahuan

(Ibnu Atha’illah dalam Al-Qashd Al-Mujarrad fi Ma’arifat Al-Ism Al-Mufrad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar