Oleh: Rahman Samudera
Manusia
diciptakan sebagai khalifah di bumi tentunya memiliki tujuan hidup yang
variatif, banyak dari mereka yang berhasil meraihnya, namun terkadang melupakan kontribusi Tuhan dalam kesuksesan
hidupnya. Padahal, semua keindahan, rezeki, petunjuk dan berbagai kenikmatan
dunia, merupakan perwujudan dari kasih sayang Allah kepada ummat manusia, di
mana dengan kasih sayangNya, manusia merasa bahagia.
Kebahagiaan
tidak dapat diukur dengan banyaknya materi, banyaknya anak, atau banyaknya
isteri, karena kebahagian sejatinya hadir dalam relung-relung hati manusia yang
paling dalam, menjelma sebagai sakinah, ketenangan dan ketentraman hati,
itulah kenapa saat orang menikah selalu di do’akan untuk SAMARA (Sakinah, Mawaddah
wa Rahmah) karena sakinah merupakan tanda kebahagiaan itu sendiri.
Banyak orang yang berfikir bahwa kekayaan
menyebabkan kebahagian, namun fakta menyebutkan beberapa orang justru merasakan
gelisah saat kekayaan sudah dalam genggaman. Rasa takut kehilangan, takut
penipuan, takut pencuriaan, takut penghianatan, dan pola hidup yang berlebihan sedikit demi
sedikit menggrogoti kebahagian dan dikalahkan kekhawatiran, yang muncul
selanjutnya adalah tubuh yang digerogoti penyakit psikis.
Kebahagian
selalu hadir dalam hati, ia dapat
dirasakan tapi tidak dapat dilihat dan diraba,
karena boleh jadi orang terlihat bahagia, namun dalam hatinya tersimpan
rasa gelisah dan kepedihan yang terpendam.
Menurut DR. Aidh Al-Qarni untuk
menghadirkan kebahagiaan Anda harus senantiasa membasuh hati Anda dengan air
cinta lalu membilasnya dengan memberikan maaf atas orang-orang yang pernah
menzalimi Anda atau mencaci maki Anda, Serta ajaklah orang kepada jalan Tuhan
dan menghindari laranganNya. Dengan demikian, Anda akan hidup bahagia, hati
Anda senang, dan jiwa Anda pun tenang.
"Jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang
mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang
bodoh" (QS. Al-A’raaf, 7:199).
Selanjutnya adalah membunuh
kalajengking-kalajengking yang menggrogoti hati Anda dengan pisau kesabaran dan
kelemahlembutan. Menebas serigala nafsu Anda yang selalu memerintah berbuat
jahat dengan pedang iman. Membersihkan
halaman ruh Anda dari noda pikiran-pikiran kotor. Dan menanam di
kebun jiwa Anda pohon-pohon hikmah, bunga-bunga ilmu, dan kembang-kembang
pengetahuan.
"Jadikanlah
sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh
berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'" (QS. Al-Baqarah, 2:45).
"Dan
Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari
keinginan hawa nafsunya. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal
(nya)". (QS. An-Nazi'at, 79: 40-41)
Demikianlah
kebahagiaan bukanlah karena materi, tetapi kebahagiaan hadir karena keimanan
dan ketaqwaan kita kepada sang Maha Pencipta Allah SWT, dialah Allah yang Maha
Hidup yang memberikan ketenangan kepada manusia, dialah yang Maha Pemberi, yang
memberikan kenikmatan di akhirat, karena ketaatan manusia kepadaNya.
Jika kita sudah
menyadari bahwa kebahagiaan merupakan anugerah terindah dari Allah SWT berkat
kesabaran, dan kemampuan manusia dalam melawan hawa nafsu, maka mulai saat ini
telah terbuka satu kunci bagi anda untuk menjemput kebahagiaan itu kehadapan
anda, membawanya kedalam setiap aktivitas-aktivitas yang anda lakukan serta
diakhiri dengan ketaatan dan rasa syukur yang besar kepada Allah SWT.
Dialah Yang Maha Hidup dan terus mengurus makhluk
Keagungan dan kebesaran adalah pakaian-Nya
Dia memberi kekayaan, kecukupan, dan penerangan lewat cahaya-Nya
Seluruh alam, angkasa, langit dan bumi-Nya
Semua bersinar dengan cahaya keindahan-Nya
Karunia terwujud dengan jalan petunjuk-Nya
Allah….Allah…Allah…
Yang Maha Agung menganugerahkan kepada kita
Kekuatan yang dengannya Allah mengantar kita kepada pengetahuan
(Ibnu Atha’illah dalam Al-Qashd Al-Mujarrad fi Ma’arifat Al-Ism Al-Mufrad)
Keagungan dan kebesaran adalah pakaian-Nya
Dia memberi kekayaan, kecukupan, dan penerangan lewat cahaya-Nya
Seluruh alam, angkasa, langit dan bumi-Nya
Semua bersinar dengan cahaya keindahan-Nya
Karunia terwujud dengan jalan petunjuk-Nya
Allah….Allah…Allah…
Yang Maha Agung menganugerahkan kepada kita
Kekuatan yang dengannya Allah mengantar kita kepada pengetahuan
(Ibnu Atha’illah dalam Al-Qashd Al-Mujarrad fi Ma’arifat Al-Ism Al-Mufrad)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar